KONSEP TANAH

Senin, 02 Mei 2011


KONSEP TANAH
Tanah beserta bahan organik lain yang berasal dari hewan dan jasad renik akan diuraikan oleh mikro organisme menjadi bahan organik yang kompleks.  Bila lapisan tanah mencapai ketebalan tertentu dan berwarna gelap karena akumulasi bahan organic, maka suatu horizon A akan terbentuk.  Horizon tanah merupakan suatu lapisan tanah yang hampir sejajar dengan permukaan bumi dan merupakan hasil evolusi dan terdapat sifat-sifat diantara horizon-horizon yang berbatasan.  Tanah dihutan mengalami penambahan bahan organik sebagian besar dari daun dan batang.  Penambahan daun-daun dan batang pada permukaan atas tanah memungkinkan perkembangan horizon A yang menutupi horizon R (batuan induk).
Ruang pori dalam sedimen tanah memungkinkan system perakaran tanaman menembus lebih dalam dan memudahkan perpindahan komponen yang terlarut dalam air yang terperkolasi.  Partikel tersuspensi tersebut akan mengendap sedalam 15—50 cm.  proses pengendapan (deposit) bahan-bahan dalam satu horizon yang bergerak dari bebrapa horizon lainnya disebut illuviasi.  Iluviasi dalam hal ini akan menghasilkan suatu daerah di bawah horizon A, dimana partikel-pertikel koloid diakumulasikan. Daerah ini disebut horizon B.  partikel yang paling sering diakumulasikan di horizon B adalah liat, bahan organik, dan oksida-oksida besi dan alumunium (sesquioksida).
Translokasi koloid dari horizon A berakibat pada konsentrasi pasir dan partikel-partikel kuarsa dengan ukuran seperti debu.  Pada tanah dengan horizon A yang tipis suatu lapisan tanah berwarna terang dengan bahan organic rendah dapat berkembang di bawah horizon A dan diatas horizon B.  horizon ini berwarna keabu-abuan dan disebut horizon E yang artinya  eluvial (kegagalan). 
Horizon C merupakan suatu lapisan yang sukar dipengaruhi oleh proses-proses pembentukan tanah dan tidak memiliki sifat-sifat horizon lainnya.  Horizon C biasanya terdiri dari sediment atau batuan yang dipengaruhi langsung oleh cuaca dari batuan induk di bawahnya.  Sebagian besar horizon-horizon pada tanah teratas yang dipengaruhi cuaca di atas horizon C disebut solum.
Diatas horizon A boleh jadi terdapat horizon O. horizon O didominasi oleh bahan organic.  Sejumlah horizon O seperti mug dan gambut berkembang dimana lingkungan jenuh air dalam waktu yang cukup lama.  Bahan organic yang dihasilkan kebanyakan tidak berhasil untuk diuraikan karena kekurangan oksigen untuk perombakannya.  Di daerah hutan yang dingin dan basah, horizon O berkembang di atas horizon tanah mineral yang kondisinya seperti keasaman dan suhu yang rendah menghambat sekali pemecahan bahan organic.
Pada suatu saat, sebuah horizon tanah didominasi oleh sifat salah satu horizon utama, tetpai mempunyai sifat horizon lainnya.  Dua huruf besar digunakan misalnya AB,  huruf pertama A menunjukkan sifat-sifat horizon A lebih besar daripada horizon B.


Ordo tanah
Terdapat bermacam-macam faktor pembentuk tanah. Akibatnya ratusan ribu tanah yang berbeda telah dikenal di seluruh dunia.  Tanah-tanah diklasifikasikan dalam ordo-ordo.  Ordo ini merupakan klasifikasi umum yang sering dipakai dalam system klasifikasi tanah (soil taxonomy).  Sepuluh ordo telah dikembangkan terutama berdasarkan macam horizon yang ditemui dalam tanah dan sifat horizon tersebut.  Kesepuluh ordo tersebut disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 1.  Derivat dan arti nama ordo tanah
Ordo
Derivat
Arti
Histosol
Gr. History, jaringan
Jaringan atau tanah organik
Vertisol
L. verto, naik
Tanah yang sudah dibalik
Entisol
Coined cillabe
Tanah baru
spodosol
Gr. Spodos, abu kayu
Tanah abu
Inceptisol
L. inceptum, permulaan
Permulaan atau tanah muda
Alfisol
Coined cilabe
Tanah pedafer (tanah yang mengalami pengurangan Al, Fe, dan tidak ada akumulasi kapur
Ultisol
L. ultimus terakhir
Akhir pencucian tanah
oxisol
F. okside. oksida
Tanah oksida
mollisol
L. molis, lunak
Tanah lunak
aridisol
L. aridus, kering
Tanah kering
Bahan induk yang kandungan lempung berkembang tinggi yang mengalami pergantian musim basah dan musim kering menghasilkan vertisol.  Retakan-retakan yang besar terbentuk dalam musim kering dan bahan-bahan penyusun tanah jatuh dalam retakan tersebut.  Selama musim hujan bahan tambahan di dsar retakan berkembang dan menyebabkan tekanan keluar ke atas yang perlahan-lahan membalik tanah tersebut. Pembalikan yang tetap dari tanah ini akan mencegah berkembangnya horizon B.
Pedon adalah unit-unit terkecil dari tanah yang merupakan kajian dalam penyelidikan ilmiah.  Satu pedon tanah merupakan volume terkecil yang dapat disebut tanah dan bentuknya dalah polygonal yang kasar.  Areal kisaran pedon adalah 1 –10 m2. 
Tanah sebagai media pertumbuhan vegetasi
Tanah berada di antara permukaan benda-benda hidup dan benda-benda mati, dimana tanaman menggabungkan energi matahari dan karbon dioksida dari atmosfer dengan unsur hara dan air dari tanah ke dalam bentuk jaringan hidup.  Peran tanah bagi pertumbuhan vegetasi adalah:
1.  pengampu
fungsi tanah sebagai pendukung tegaknya tanaman.  Akar-akar yang telah melekat dengan baik dalam tanah memungkinkan tanaman yang sedang tumbuh tetap tumbuh dengan baik dan benar. Tanah yang subsoil atau horizon Bnya impermeable atau tanah dengan permukaan air tanah yang dangkal seringkali menyebabkan perakaran pohon menjadi dangkal.  Pohon-pohon yang perakarannya dangkal mudah rebah karena angin, dan peristiwa ini disebut Winstrow.
2.  penyedia unsure hara esensial
paling sedikit terdapat 16 elemen yang dibutuhkan  untuk pertumbuhan tanaman. C, H, dan O dapat diperoleh dari udara, sedangkan 13 unsur lainnya sebagian besar diperoleh dari tanah.  N, P, K, Ca, Mg, dan S diperlukan dalam jumlah besar (makronutrien).  Sementara Mg, Fe, Br, Zn, Cu, Mo, dan Cl diperlukan dalam jumlah sedikit ( mikro elemen).  Unsure hara fungsional, adalah unsure hara yang keberadaannya bisa digantikan oleh unsure yang lain misalnya Na dapat digantikan oleh K.
unsure hara terdapat dalam mineral dan bahan organic.  Unsure hara akan tersedia melalui pelapukan dan pembusukan bahan organic atau melalui perombakan.  Unsure hara diserap terutama dari larutan tanah atau permukaan koloid dalam bentuk kation dan anion.  Symbol kimia dan bentuk tersedia dari unsure esensial disajikan dalam table 2 berikut:
Symbol kimia dan bentuk tersedia dari unsure esensial
Nutrient
Symbol kimia
Bentuk tersedia
Nitrogen
N
NO3-; NH4-
Fosfor
P
H2PO4- ; HPO4++
Kalium
K
K+
Kalsium
Ca
Ca++
Magnesium
Mg
Mg++
Sulfur
S
SO4--
Mangan
Mn
Mn++
Besi
Fe
Fe++
Boron
B
H3BO3-
Zink Zn
Zn
Zn++
Khlor
Cl
Cl-
3.  kebutuhan air tanaman
sekitar 500g air diperlukan untuk menghasilkan 1 gram bahan kering tanaman.  Sekitar 1% air yang diserap akan mengisi sel tanaman sedangkan selebihnya akan diuapkan.  Tanaman akan membatasi pertumbuhannya jika terjadi kekurangan air.  Kemampuan tanah menahan air melawan grafitasi menjadi sangat penting.
4.  Kebutuhan oksigen tanaman
pada akar terdapat lentisel yang memungkinkan terjadinya pertukaran gas.  Oksigen masuk ke dalam sel-sel akar dan digunakan untuk respirasi, dimana CO2 dikembalikan ke dalam tanah.  Tanaman yang perakarannnya terendam air justru akan menjadi layu, hal ini karena berkurangnya permeabilitas sel terhadap air akibat gangguan metabolisme karena defisiensi oksigen.
Mikro organisme aerobic, bakteri, tinomicetes, dan fungi menggunakan oksigen dari dalam tanah sehingga turut berperan dalam terjadinya kekurangan oksigen bagi tanaman.
5.  pembebasan beberapa factor penghambat
tanah akan berusaha membentuk suatu lingkungan yang bebas dari factor-faktor penghambat seperti keasaman, atau kebasaan yang tinggi, organisme penyebab penyakit, bahan-bahan beracun, kelebihan garam dan lapisan kedap air.
Penggunaan tanah oleh tanaman
Kerapatan dan penyebaran akar akan mempengaruhi efisiensi tanaman dalam menggunakan tanah.  Pertumbuhan akar dipengaruhi oleh lingkungan.  Peyebaran dan kerapatan akar merupakan fungsi macam tanaman dan lingkungan alami di sekitar akar.   Cara akar menyebar melalui 2 cara, yang pertama akar menyebar mengikuti ruang pori atau parit yang terbentuk oleh tanaman terdahulu.  Kedua, akar sebagai penembus tanah memindahkan air dan nutrient.  Akar akan lebih senang tumbuh dimana akar lain belum tumbuh.
Penyebaran akar pohon selalu terjadi pada subsoil, lingkungan subsoil berbeda dengan dengan topsoil dalam hal suplai air, unsure hara, dan oksigen serta beberapa unsure tumbuh lainnya.  Hal ini menyebabkan perakaran yang tumbuh pada horizon berbeda akan memiliki fungsi yang berbeda.  Sebagai contoh, sebagian besar N mungkin diserap dari horizon A karena kebanyakan bahan organic sebagai sumber N terkonsentrasi disini.  Sementara penetrasi akar yang dalam dapat menembus horizon hasil pelapukan dan pencucian yang ringan dimana ditemukan oksigen lebih sedikit tetapi kandungan kalsium berlebih.
Pada musim panas tanaman lebih banyak mengantungkan absorbsi unsure hara pada lapisan subsoil, pada saat musim hujan ketergantungan akan kembali ke permukaan tanah.  Kebiasaan tanaman menggunakan tanah dalam setahun kompleks dan berubah-ubah kontinyu menurut musim. 
Warna tanah
Warna tanah merupakan sifat tanah yang nyata dan mudah dikenali.  Warna tanah dapat diguanakan sebagai ukuran langsung yang lebih mudah dibandingkan dengan sifat tanah penting yang lain.  Bahan organic merupakan bahan utama pewarnaan tanah yang bergantung pada keadaan alaminya, jumlah, dan penyebaran dalam profil tanah tersebut.  Warna tanah yang gelap biasanya menunjukkan kandungan bahan organic yang tinggi
Warna merah pada tanah umumnya dihasilkan oleh tidak adanya hidrasi dan adanya oksidasi oksida besi (hemabit).  Di daerah tropis bayak dijumpai warna tanah coklat kemerahan yang cenderung disebabkan pengaruh kombinasi oksidasi besi dan bahan organic.
Warna kuning dihasilkan oleh hidrasi oksidas besi (lunonit) di subsoil.  Hal ini menunjukkan drainase yang tidak sempurna, tetapi tidak juga jenuh air, karena besi direduksi di dalam tanah jenuh air yang miskin oksigen, menghasilkan warna abu-abu dapat pula mendekati biru.  Warna tanah cenderung beragam menurut posisi topografi.  Perbedaan-perbedaan refleksi dalam kandungan air dan aerasi yang mempengaruhi bahan organic dan oksidasi, reduksi dan hidrasi oksida-oksida besi.
Tanah-tanah horizon A yang berwarna abu-abu terang atau mendekati kuning putih biasanya merupakan tanda dari bahan induk seperti marl atau pasir kuarsa dan dimana tidak sesuai untuk pertumbuhan tanaman dan akumulasi bahan organic di tanah. 
Warna tanah ditentukan dengan membandingkan tanah dengan sebuah table warna (munsell color chart) yang berisi 175 warna dan disusun secara sistematik pada 7 label sesuai dengan kilap (spectrum panjang gelombang yang dominant), nilai (kuantitas total cahaya), dan khroma (kemurnian relative panjang gelombang yang dominant).  Kombinasi ketiga variable ini yang memberikan warna.
Warna tanah yang putih biasanya kesuburannya rendah, tetapi hal ini tidak berlaku umum, karena kesuburan tanah lebih tergantung pada variasi kandungan mineral lempung, tekstur, dan bahan organic.  Dalam suatu daerah mungkin terjadi pola warna yang berhubungan denga kandungan bahan organic dan drainase tanah.  Warna subsoil abu-abu menunjukkan suatu tanah yang jenuh selama pembentukan tanah.  Subsoil yang tidak berbintik-bintik dan tidak berwarna abu-abu menunjukkan aerasi dan drainase yang baik.  Banyak pepohonan mempunyai kebutuhan yang khusus terhadap kelembaban, dan aerasi tanah, sehingga warna tanah dapat dijadikan sebagai petunjuk.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Poskan Komentar