TEORI BIAYA

Jumat, 06 Mei 2011

Teori Biaya (Cost)  Teori Biaya memegang peranan penting dalam analisa prilaku konsumen, karena prinsip biaya yang seminimum mungkin untuk mencapai hasil yang maksimal. Ada tiga konsep tentang ongkos, yaitu : 1. Ongkos Alternatif (Opportunity cost);biasa disebut juga dengan “ongkos sosial”) Ongkos ini relatif paling penting bagi para ekonom, karena timbulnya ongkos ini berkaitan dengan adanya kelangkaan dan keterbatasan sumber daya. Misalnya, bila produsen memutuskan untuk membuat yang telah ditentukan maka inputnya sebetulnya bisa untuk barang lainnya, sehingga ada yang dikorbankan.  2. Ongkos Akuntansi (Account Cost) Ongkos-ongkos yang besar dikeluarkan oleh produsen untuk sebuah produksi. Misalnya, ongkos depresiasi, ongkos historis, dlsb. 3. Ongkos Ekonomi (Economic Cost). Ongkos yang menunjukkan berapa biaya yang harus dikeluarkan agar sumber daya dapat digunakan pada suatu proses produksi. Perbedaan Ongkos Jangka Pendek Dengan Jangka Panjang Dalam suatu proses produksi kita dapat mengenali, adanya ongkos jangka pendek. Dimana dalam suatu proses produksi ada input variabel dan input tetap yang tidak bisa secara cepat keseluuruhannya; dan cenderung berubah bila ada perubahan produksi. Sedangkan jangka panjang, sebaliknya bahwa input yang dapat secara keseluruhannya dan dapat dirubah untuk sebuah perubahan produksi. Gambar 1. 2. Ongkos Total Jangka Pendek Ada dua macam input yaitu fix (tetap) dan variabel. Jadi ongkos tetap adalah jumlah dari kedua jenis ongkos tadi. TC = FC + VC FC = fixed cost VC = variable cost TC = total cost. Ongkos tetap digunakan untuk membayar input tetap; sedangkan variabel untuk membayar input variabel. Gambar 2 3. Ongkos Rata-rata Jangka Pendek (Short Form Average Cost) ongkos total pada unit output. Jadi ongkos rata-rata berarti menunjukkan ongkos yang diperlukan untuk memroduksi per unit output. AC = TC Q AC = Average Cost TC = Total Cost Q = Output -Ongkos rata-rata jangka pendek : Penjumlahan dari ongkos tetap rata-rata (averager fixed cost) dan ongkos variabel rata-rata (average variable cost). AVC = TVC Q -Ongkos tetap rata-rata (average fixed cost) adalah ongkos tetap per unit output yang diproduksi. Jadi total biaya rata-rata = Average – Total Cost. AC = AVC + AFC. 4. Ongkos Marjinal (Marginal Cost) perubahan ongkos yang terjadi karena output berubah satu unit. MC = Perubahan Ongkos Tetap = TC Perubahan Output Q Gambar 3. Dari uraian diatas kita dapat membuktikan bahwa pada saat AC minimum, maka nilai MC = AC. Besarnya fixed cost dalam grafik tersebut diatas adalah selisih antara AC dan AVC. 5. Isocost : Kurva yang menggambarkan kendala yang dihadapi oleh produsen, yaitu dengan jumlah input atau dana yang terbatas. Isocost juga kurva yang menunjukkan kombinasi dua input yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan output dengan ongkos yang sama. Gambar. 4 Keterangan : Jika seorang pengusaha memiliki dana i, dan dana tersebut digunakan untuk membeli input K dan L dengan harga PK dan PL, maka : IC = KPK + KPL L = i – PK K atau K = i – PL L PL PL PK PK Intercep (titik potong) pada berapa jumlah barang yang dibeli apabila semua dana yang dimiliki untuk membeli K = i/ PK 6. Ongkos Minimum (Least Combination Cost) Seorang produsen rasionil akan berproduksi pada ongkos yang terendah sesuai dengan prinsip ekonomi : penhasilan yang maksimum dengan ongkos minimum. Kondisi tersebut dapat dicapai dengan dua pendekatan : a. Kalau dana yang dimiliki oleh produsen terbatas maka ongkos terendah dapat dicapai kalau dengan dana yang tertentu dapat dihasilkan output dengan sebesarbesarnya. b. Kalau output yang ingin dihasilkan tertentu maka least comb. cost dapat dicapai apabila dana yang diperlukan untuk memroduksi output tersebut adalah serendahrendahnya. http://baktijsitumorang.wordpress.com/2008/12/17/teori-biaya-cost/   Teori Biaya Produksi  Biaya kesempatan adalah nilai sumber daya dalam penggunaan yang terbaik. Biaya kesempatan perlu dipertimbangkan dalam mengukur seluruh biaya produksi.  Biaya eksplisit adalah biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi yang berbentuk kas, sedangkan biaya implisit adalah biaya dikeluarkan dalam proses produksi dalam bentuk nonkas.  Keuntungan ekonomi adalah penerimaan dikurangi semua biaya, tercakup di dalamnya pengembalian normal untuk manajemen dan modal.  Biaya marjinal adalah perubahan biaya total yang berkaitan dengan perubahan satu unit output. Sedangkan, biaya inkremental dapat diartikan sebagai tambahan biaya total dari penerapan keputusan manajerial.  Biaya Rata-rata, Biaya Marjinal dan Biaya Total Rata-rata  Fungsi biaya rata-rata atau unit-1 kadang-kadang lebih berguna dari fungsi biaya total dalam pengambilan keputusan suatu usaha di sektor pertanian. Fungsi biaya rata-rata dapat diperoleh dengan membagi fungsi biaya total yang relevan dengan output.  Biaya marjinal adalah perubahan biaya total yang berkaitan dengan perubahan output (output).  Fungsi biaya marjinal berpotongan dengan fungsi biaya total rata-rata dan fungsi biaya variabel rata-rata di titik minimum ke dua fungsi tersebut.  Fungsi biaya rata-rata jangka panjang akan:  (a) Menurun, apabila skala pengembalian dalam produksi adalah meningkat, (b) Konstan, apabila skala pengembalian dalam produksi adalah konstan, dan (c) Meningkat, apabila skala pengembalian dalam produksi adalah menurun.  Fungsi biaya rata-rata jangka panjang adalah merupakan kurva amplop dari sejumlah kurva biaya rata-rata jangka pendek.   Topik Khusus dalam Teori Biaya  Pada tingkat output yang hasilnya di spesifikasi tingkat keuntungan ekonomi diperoleh dengan membagi keuntungan ditambah biaya tetap total dengan kontribusi keuntungan  Analisis titik impas adalah spesial pada kasus analisis keuntungan di mana keuntungan diharuskan sama dengan nol.  Suatu usaha dapat dikatakan tinggi tingkat pengungkitannya apabila biaya tetap adalah relatif lebih besar (tinggi) dari pada biaya variabel. Pada umumnya, penggunaan analisis pengungkitan operasi menyatakan secara tidak langsung tingginya tingkat risiko keuntungan sepanjang waktu. Dalam arti kata, peningkatan nilai pengungkitan operasi menyatakan lebih bervariasinya keuntungan sepanjang waktu, oleh karena itu tinggi tingkat risikonya.  Pengungkitan operasi dapat diukur dengan elastisitas keuntungan, yang didefinisikan sebagai persentase perubahan keuntungan yang berkaitan dengan satu persen perubahan output. Secara matematis elastisitas keuntungan dapat diformulasikan menjadi:  Sumber Buku Ekonomi Pertanian Karya Ratya Anindita, dkk.   Biaya Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas  Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari  Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya terbagi menjadi dua, yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa uang. Sementara itu, yang dimaksud dengan biaya implisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya kesempatan dan penyusutan barang modal. [sunting] Biaya akuntansi dan biaya kesempatan Dalam akuntansi, yang dimaksud dengan biaya adalah aliran sumberdaya yang dihitung dalam satuan moneter yang dikeluarkan untuk membeli atau membayar persediaan, jasa, tenaga kerja, produk, peralatan, dan barang lainnya yang digunakan untuk keperluan bisnis atau kepentingan lainnya. Sementara biaya kesempatan merujuk pada setiap alternatif yang dikorbankan untuk melakukan pekerjaan lain yang lebih bernilai. Misalnya, seorang guru dibayar sebesar Rp. 500.000 per bulan. Jika kemudian ia memutuskan untuk berhenti bekerja dan mencoba berwirausaha, maka ia akan kehilangan pekerjaannya sebagai guru dan mengorbankan kesempatan mendapatkan gaji Rp. 500.000. Dapat disimpulkan bahwa—bagi guru itu—biaya kesempatan untuk menjadi wirausahawan adalah Rp. 500.000 per bulan. Tugas akuntan adalah mencatat aliran uang yang keluar masuk dan keluar dari organisasi. karenanya, seorang akuntan—berbeda dengan ekonom—tidak menghitung biaya kesempatan karena pada kenyataannya tidak ada sepersenpun uang yang keluar dari pengorbanan itu, yang hilang hanya kesempatan. Dalam ilmu ekonomi, biaya peluang, atau biaya kesempatan, adalah biaya yang kita terima bila kita memilih suatu kegiatan. Berbeda dengan biaya sehari-hari, biaya peluang muncul dari kegiatan alternatif yang tidak bisa kita lakukan. Sebagai contoh, misalkan seseorang memiliki uang Rp.10.000.000. Dengan uang sebesar itu, ia memiliki kesempatan untuk bertamasya ke Bali atau membeli sebuah TV. Jika ia memilih untuk membeli TV, ia akan kehilangan kesempatan untuk menikmati keindahan Bali; begitu pula sebaliknya, apabila ia memilih untuk bertamasya ke Bali, ia akan kehilangan kesempatan untuk menonton TV. "Kesempatan yang hilang" itulah yang disebut sebagai biaya peluang.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Poskan Komentar