MENDETERMINASI POHON

Jumat, 06 Mei 2011






MENDETERMINASI POHON
( Laporan Praktikum Dendrologi )











Oleh

Rumiko Rivando

0814081062



















JURUSAN KEHUTANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
 2009



I. PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Memberikan keterangan mengenai perawakan suatu jenis pohon merupakan langkah yang sangat penting dan diperlukan bagi orang yang belum mengenal dan belum mengetahui jenis pohon tersebut serta diperlukan untuk mendiagnosis jenis pohon yang belum dikenal ( Tjitrosoepomo,1987 ). Deskripsi ini akan sangat membantu untuk menelusuri sifat-sifat pohon (bentuk-bentuk organ pohon) yang terdapat atau tertulis dalam kunci determinasi (kunci identifikasi) pohon.
Monografi tumbuhan adalah suatu buku yang memuat gambar organ tumbuhan (pohon) misalnya gambar ranting lengkap dengan daun-daunnya,bunga,dan buah disertai dengan nama jenis tumbuhan dan deskripsi tentang jenis. Buku monografi ini bisa digunakan untuk mencocokan spesimen organ tumbuhan sehingga dapat diketahui nama jenis dan identitas lainnya dari tumbuhan yang diambil spesimennya ( Tjitrosoepomo,1993 ). . Dengan demikian, deskripsi akan memudahkan orang melakukan identifikasi jenis pohon karena semakin banyak sifat morfus organ pohon yang disajikan dalam deskripsi,akan memperkaya informasi dan membantu dalam menggunakan kunci determinasi.
B.  Tujuan
      Adapun tujuan dari diadakannya praktikum ini adalah :
  1. Mengambil spesimen organ pohon secara benar
  2. Mengidentifikasikan pohon yang sedang diamati dengan menggunakan monografi pohon
  3. Menggunakan kunci determinasi untuk menentukan famili, genus, ataupun jenis.


C.  Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada :
Hari/tanggal          : Kamis, 7 Mei 2009
Pukul                     : 08.00-s.d selesai
Tempat                  : Arboretum Universitas Lampung dan di Laboratorium      Silvikultur dan Perlindungan Hutan.











II. METODE PRAKTIKUM


A.  Alat dan Bahan

      Bahan yang diperlukan untuk praktikum kali ini adalah spesimen secara lengkap yang terdiri atas ranting dengan daun-daunnya,bunga,buah dari suatu jenis pohon.
      Alat-alat yang diperlukan meliputi :
§  Lembar pengamatan mahasiswa
§  Buku gambar
§  Buku kunci determinasi
§  Kaca pembesar
§  Pensil dan
§  Pena


B.  Prosedur Kerja                                                                         

      Hal-hal yang harus dikerjakan dalam praktikum materi ini meliputi :
1)      Tiap kelompok mengambil spesimen secara lengkap terdiri atas ranting dengan daun-daunnya,bunga,serta buah dari suatu jenis pohon.
2)      Sebuah pohon yang diambil spesimennya harus dicatat kondisi batangnya,dicatat ada tidaknya getah atau bahan ekstraktif lainnya,sifat getah/bahan ekstraktif,sistem percabangannya,serta dicatat habitus pohon tersebut,
3)      Sebaiknya (tidak diharuskan) pohon yang diambil spesimennya adalah pohon yang telah digunakan untuk praktikum bab IV dan bab V,sehingga data mengenai batang pohon dan habitusnya telah dicatat,
4)      Tiap-tiap kelompok mengamati sifat-sifat fisik dan morfus pohon seperti yang ditunjukkan pada spesimen tersebut,
5)      Menggunakan semua informasi yang diperoleh dari spesimen maupun informasi dari lapangan untuk identifikasi dengan buku monografi,
6)      Menggunakan semua informasi yang diperoleh dari spesimen maupun informasi dari lapangan untuk identifikasi dengan kunci determinasi,
7)      Menelusuri setiap pernyataan maupun pertanyan pada kunci determinasi yang sesuai pada sifat-sifat dan morfus pohon tersebut,
8)      Mencatat nomor-nomor pernyataan yang sesuai dengan sifat-sifat fisik dan morfus pohon tersebut,
9)      Membuat laporan sementara dari hasil pengamatan dan membuat laporan praktikum sesuai dengan ketentuan dalam buku penuntun praktikum.





B.  Pembahasan
     
      Identifikasi artinya adalah pengenalan. Melakukan identifikasi tumbuhan berarti mengungkapkan atau menetapkan identitas suatu tumbuhan yang tidak lain adalah menentukan nama tumbuhan secara benar dan menentukan tempat secara benar dalam sisitem klasifikasi. Istilah yang sama dengan identifikasi dan sering digunakan adalah determinasi yang artinya penentuan.
      Monografi tumbuhan adalah suatu buku yang memuat gambar organ tumbuhan (pohon) misalnya gambar ranting lengkap dengan daun-daunnya,bunga,dan buah disertai dengan nama jenis tumbuhan dan deskripsi tentang jenis. Buku monografi ini bisa digunakan untuk mencocokan spesimen organ tumbuhan sehingga dapat diketahui nama jenis dan identitas lainnya dari tumbuhan yang diambil spesimennya ( Tjitrosoepomo,1993 ).
      Herbarium merupakan koleksi spesimen tumbuhan yang berguna bafgi setiap orang untuk mengenal tumbuhan ( Jones dan Luchsinger ).
      Kunci determinasi merupakan serentetat pertanyaan yang jawabannya harus ditemukan pada spesimen yang sedang diidentifikasi.

Jenis-jenis kunci determinasi tumbuhan
Menurut Rifai (1976), berdasarkan cara penyusunan sifat-sifat yang harus dipilih maka dikenal tiga macam kunci determinasi, yaitu kunci perbandingan, kunci analisis dan sinopsis. Yang akan dibahas di sini adalah kunci analisis.Kunci analisis merupakan kunci yang paling umum digunakan dalam pustaka. Kunci ini sering juga disebut kunci dikotomi sebab terdiri atas sederetan bait atau kuplet. Setiap bait terdiri atas dua (atau
adakalanya beberapa) baris yang disebut penuntun dan berisi ciri-ciri yang bertentangan satu sama lain. Untuk memudahkan pemakaian dan pengacuan, maka setiap bait diberi bernomor, sedangkan penuntunnya ditandai dengan huruf. Pemakai kunci analisis harus mengikuti bait-bait secara bertahap sesuai dengan yang ditentukan oleh penuntun. Dengan mempertentangkan ciri-ciri yang tercantum dalam penuntun-penuntun itu akhirnya hanya akan tinggal satu kemungkinan dan kita dituntun langsung pada nama takson yang dicari. Kunci analisis dibedakan menjadi dua macam berdasarkan cara penempatan bait-baitnya yaitu kunci bertakik (kunci indent) dan kunci paralel.
Pada kunci bertakik maka penuntun-penuntun yang sebait ditakikkan pada tempat tertentu dari pinggir (menjarak pada jarak tertentu dari pinggir), tapi letaknya berjauhan. Di antara kedua penuntun itu ditempatkan bait-bait takson tumbuhan, dengan ditakikkan lebih ke tengah lagi dari pinggir yang memenuhi ciri penuntun pertama, juga dengan penuntun-penuntun yang dipisah berjauhan. Dengan demikian maka unsure-unsur takson yang mempunyai ciri yang sama jadi bersatu sehingga bisa terlihat sekaligus.
Penuntun-penuntun kunci paralel yang sebait ditempatkan secara berurutan dan semua baitnya disusun seperti gurindam atau sajak. Pada akhir setiap penuntun diberikan nomor bait yang harus diikuti, dan demikian seterusnya sehingga akhirnya diperoleh nama takson tumbuhan yang dicari. Kunci paralel lebih menghemat tempat, terutama kalau takson tumbuhan yang dicakupnya besar sekali. Buku Flora of Java yang ditulis oleh Backer dan Backuizen van den Brink semuanya ditulis dalam bentuk kunci paralel.

Membuat contoh kunci determinasi sederhana
Contoh kunci indent :
A. Pohon tegak atau semak
B. Petal bagian dalam sangat berbeda dengan bagian luar
C. Bentuk petal deltoid, ovul tunggal pada masing-masing carpel………Annona
C. Bentuk petal linier, ovul banyak pada masing-masing karpel………..Xylopia
B. Petal bagian dalam mirip dengan bagian luar
C. Petal panjang bentuk lanseolatus, ovul banyak………………….…..Cananga
C. Petal bentuk ovatus atau elongates, ovul dua…………………….…Polyalthia
A. Berupa semak
B. Petal menggembung di bagian dasar dan menutupi anther……………Artabotrys
B. Petal lebar dan pipih, tidak menutupi anther…………………………….. Uvaria
Contoh kunci paralel
1.a. Pohon tegak atau semak……………………………………………………………2
b. Berupa semak………………………………………………………………………5
2.a. Petal bagian dalam sangat berbeda dengan bagian luar……………………………3
b. Petal bagian dalam mirip dengan bagian luar………………………………………4
3.a. Bentuk petal deltoid, ovul tunggal pada masing-masing karpel……….…1. Annona
b.Bentuk petal linier, ovul banyak pada masing-masing karpel…………… 6. Xylopia
4.a. Petal panjang bentuk lanseolatus, ovul banyak………………………….3.Cananga
b. Petal bentuk ovatus atau elongates, ovul dua…………………………..4.Polyalthia
5.a. Petal menggembung di bagian dasar dan menutupi anther……………2. Artabotrys
b. Petal lebar dan pipih, tidak menutupi anther…………………………….. 5. Uvaria

Tata nama (nomenklatur)
Sudah menjadi naluri manusia untuk memberi nama kepada apa saja yang ada di sekitarnya. Nama itu merupakan sesuatu yang mutlak perlu dalam kehidupan sehari-hari, sebab tanpa nama untuk mengacu benda-benda konkrit seperti tumbuh-tumbuhan maupun hal-hal yang abstrak tidak mungkin kita lakukan. Radford (1986) mengutip pendapat Macself seperti yang ditulis oleh Johnson (1971): “Betapa aneh dan kacaunya kehidupan ini seandainya kita mengabaikan penggunaan nama yang kita pakai untuk mengidentifikasi segala sesuatu yang kita lihat, buat atau pakai.
Perolehan dan penyebaran pengetahuan tentulah tidak mungkin lagi dan aktivitas kehidupan akan terhenti”. Sulit dibayangkan bagaimana kita harus berkomunikasi satu dengan yang lain tanpa menyebut suatu nama. Pemberian nama pada tumbuhan disebut nomenklatur atau tatanama. Cara pemberian nama itu melibatkan asas-asas yang diatur oleh peraturan-peraturan yang dibuat dan disahkan Kongres Botani sedunia. Peraturan-peraturan tersebut secara formal dimuat pada Kode Internasional Tatanama Tumbuhan (International Code of Botanical Nomenclature). Tujuan utama sistem ini adalah menciptakan satu nama untuk setiap takson (Rideng, 1989). Selanjutnya Rifai (1973) menyatakan bahwa kode tatanama ini bertujuan untuk menyediakan cara yang mantap dalam pemberian nama bagi kesatuan-kesatuan taksonomi, menjauhi atau menolak pemakaian nama-nama yang mungkin menyebabkan kesalahan atau keragu-raguan atau yang menyebabkan timbulnya kesimpangsiuran dalam ilmu pengetahuan. Tatanama ini juga bertujuan menghindarkan terciptanya nama-nama yang tidak perlu. Maksud pemberian nama pada setiap kesatuan taksonomi tumbuh-tumbuhan bukanlah untuk menunjukkan ciri-ciri atau sejarahnya, tetapi untuk memberikan jalan guna pengacuan dan sekaligus menunjukkan tingkat kedudukan taksonominya.

Nama ilmiah
Nama ilmiah adalah ”nama-nama dalam bahasa yang diperlakukan sebagai bahasa Latin, tanpa memperhatikan dari bahasa mana asalnya kata yang digunakan untuk nama tadi”. Salah satu keuntungan nama ilmiah ialah bahwa penentuan, pemberian atau cara pemakaiannya untuk setiap golongan tumbuhan dapat dilakukan berdasarkan suatu aturan atau sistim tatanama (Rifai,1973). Nama ilmiah juga merupakan suatu kunci pembuka khazanah ilmu pengetahuan tentang suatu jenis, karena dengan menggunakan nama ilmiah maka segala perbendaharaan pengetahuan manusia yang terkumpul dalam pustaka-pustaka akan terbuka bagi kita untuk ditelusuri, dipelajari, ditelaah,diolah dan dimanfaatkan.


      Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa pohon jamuju ( Podocarpus imbricatus ) tidak memiliki getah ataupun bahan ekstraktif lainnya, jadi dalam melakukan determinasi praktikan langsung mencari pernyataan yang tidak memiliki getah dan dihasilkan bahwa pada daun pohon ini adalah daun tunggal. Setelah itu kami mengamati letak daun, dan dihasilkan bahwa letak daun pohon jamuju ( Podocarpus imbricatus ) ini adalah spiral. Lalu disimpulkan bahwa bentuk daun adalah jarum dengan panjangb 2,5-5cm dan dihasilkan bahwa pohon yang kami identifikasi ini adalah famili Podocarpus .












IV. KESIMPULAN DAN SARAN

A.  Kesimpulan
      Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan antara lain :
1.      Monografi tumbuhan adalah suatu buku yang memuat gambar organ tumbuhan (pohon) misalnya gambar ranting lengkap dengan daun-daunnya,bunga,dan buah disertai dengan nama jenis tumbuhan dan deskripsi tentang jenis. Buku monografi ini bisa digunakan untuk mencocokan spesimen organ tumbuhan sehingga dapat diketahui nama jenis dan identitas lainnya dari tumbuhan yang diambil spesimennya
2.      Kunci determinasi merupakan serentetat pertanyaan yang jawabannya harus ditemukan pada spesimen yang sedang diidentifikasi
3.      Maksud pemberian nama pada setiap kesatuan taksonomi tumbuh-tumbuhan bukanlah untuk menunjukkan ciri-ciri atau sejarahnya, tetapi untuk memberikan jalan guna pengacuan dan sekaligus menunjukkan tingkat kedudukan taksonominya
B.  Saran
      Untuk kedepannya agar praktikan lebih dapat memahami arti dari praktikum tentang determinasi ini diusahakan agar dapat memperlihatkan monografi tumbuhan agar bisa dibandingkan antara mendetrminasi dengan apa yang ada di monografi tumbuhan.



DAFTAR PUSTAKA

Grey, G.W. and F.J. Deneke.1978.Urban Forestry. Jhon Wiley and Sons Inc. Canada. 279 pp.
Jones, S. B and A. E Luchsinger . 1987.  Plant Systematics. Biological Sciences series. McGraw-Hill Book Company.Second Edition. New York.491 pp
Tjitrosoepomo, G. 1987. Morfologi Tumbuhan. Penerbit Gadjah Mada University
               Press. Yogyakarta. 266 hlm.           























LAMPIRAN


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Poskan Komentar