PENGENALAN SERANGGA

Minggu, 08 Mei 2011





PENGENALAN SERANGGA
(Laporan Praktikum Perlindungan Hutan)








Oleh

Rumiko Rivando                     0814081062
Pices Raini Dwi Putri              0814081057
Apriyanita Pitri N                   0814081029
Yupi Yani Pratiwi                   0814081066
Panji Setya                              0854081008
A Basyir Firdaus                     0714081024
Oben                                       0714081054










JURUSAN KEHUTANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2010



I  PENDAHULUAN


A.Latar belakang

Hutan merupakan ekosistem alamiah yang sangat kompleks mengandung berbagai spesies tumbuhan yang tumbuh rapat mulai dari jenis tumbuhan yang kecil hingga yang besar atau raksasa (Arief,1994 ).
Di dalam ekosistem hutan itu juga terdiri dari faktor biotik dan abiotik yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Salah satu faktor biotik dalam ekosistem hutan adalah  hewan-hewan yang hidup di dalamnya. Hewan-hewan tersebut menggunakan hutan sebagai tempat tinggalnya dan tempat mencari pakan. Hewan tersebut bisa juga datang dari daerah lain dan berkembangbiak dalam suatu tipe hutan. Dalam keadaan sesuai dengan daya dukungnya maka keberadaanya tidak akan menimbulkan gangguan. Tetapi bila kemampuan berkembangbiaknya melebihi daya dukungnya akan menimbulkan kerugian secara ekonomis.
Hewan-hewan yang berpotensial sebagai penyebab kerusakan hutan adalah termasuk dalam kelas serangga ( insecta). Keragaman dan kelimpahan jenis sangat berpotensial sebagai penyebab kerusakan.
Pengenalan akan sifat biologis,ekologis dan tingkat serangan sangat diperlukan dalam mengenali setiap serangga yang berpotensi sebagai perusak. Pengetahuan biologi serangga meliputi : morfologi serangga,tahapan perkembangan,tipe mulut,pola hidup,dan pola serangan sangat diperlukan dalam mengenali jenis-jenis serangga berpotensi dalam ekosistem hutan.




B.Tujuan   

Adapun tujuan dari pratikum ini adalah sebagai berikut:

  1. Mahasiswa mengetahui taksonomi serangga
  2. mahasiswa mengetahui morfologi serangga
  3. mahasiswa mengetahui bagian-bagian tubuh serangga yang berpotensi sebagai hama.


C. Lokasi Praktikum

Hari / tanggal     :   Kamis , 19 Februari 2010
Lokasi                : Laboratorium silvikultur dan perlindungan hutan Universitas
Lampung
Waktu                :   11.00 WIB s/d 12.00 WIB
















II. TINJAUAN PUSTAKA


Belalang adalah serangga herbivora dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Serangga ini memiliki antena yang hampir selalu lebih pendek dari tubuhnya dan juga memiliki ovipositor pendek. Suara yang ditimbulkan beberapa spesies belalang biasanya dihasilkan dengan menggosokkan femur belakangnya terhadap sayap depan atau abdomen (disebut stridulasi), atau karena kepakan sayapnya sewaktu terbang. Femur belakangnya umumnya panjang dan kuat yang cocok untuk melompat. Serangga ini umumnya bersayap, walaupun sayapnya kadang tidak dapat dipergunakan untuk terbang. Belalang betina umumnya berukuran lebih besar dari belalang jantan.(wikipedia,2010).
Serangga (disebut pula Insecta, dibaca "insekta") adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut pula Hexapoda (dari bahasa Yunani, berarti "berkaki enam"). Serangga ditemukan di hampir semua lingkungan kecuali di lautan. Kajian mengenai peri kehidupan serangga disebut entomologi.
Lebih dari 800.000 spesies insekta sudah ditemukan. Terdapat 5.000 spesies bangsa capung (Odonata), 20.000 spesies bangsa belalang (Orthoptera), 170.000 spesies bangsa kupu-kupu dan ngengat (Lepidoptera), 120.000 bangsa lalat dan kerabatnya (Diptera), 82.000 spesies bangsa kepik (Hemiptera), 360.000 spesies bangsa kumbang (Coleoptera), dan 110.000 spesies bangsa semut dan lebah (Hymenoptera). Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Fosil-fosilnya dapat dirunut hingga ke masa Ordovicius. Fosil kecoa dan capung raksasa primitif telah ditemukan. Sejumlah anggota Diptera seperti lalat dan nyamuk yang terperangkap pada getah juga ditemukan . Hewan ini juga merupakan contoh klasik metamorfosis. Setiap serangga mengalami proses perubahan bentuk dari telur hingga ke bentuk dewasa yang siap melakukan reproduksi. Pergantian tahap bentuk tubuh ini seringkali sangat dramatis. Di dalam tiap tahap juga terjadi proses "pergantian kulit" yang biasa disebut proses pelungsungan. Tahap-tahap ini disebut instar. Ordo-ordo serangga seringkali dicirikan oleh tipe metamorfosisnya. Secara morfologi, tubuh serangga dewasa dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama, sementara bentuk pradewasa biasanya menyerupai moyangnya, hewan lunak beruas mirip cacing. Ketiga bagian tubuh serangga dewasa adalah kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen). (wikipedia,2010)
Ciri-ciri Arthropoda
- Tubuh beruas-ruas terdiri atas kepala (caput), dada (toraks) dan perut (abdomen).
- Bentuk tubuh bilateral simetris, triploblastik, terlindung oleh rangka luar dari kitin.
- Alat pencernaan sempurna, pada mulut terdapat rahang lateral yang beradap- tasi untuk mengunyah dan mengisap. Anus terdapat di bagian ujung tubuh.
- Sistem peredaran darah terbuka dengan jantung terletak di daerah dorsal (punggung) rongga tubuh.
- Sistem pernafasan: Arthropoda yang hidup di air bernafas dengan insang, sedangkan yang hidup di darat bernafas dengan paru-paru buku atau permukaan kulit dan trakea.
- Sistem saraf berupa tangga tali. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera.
- Arthropoda memiliki alat indera seperti antena yang berfungsi sebagai alat peraba, mata tunggal (ocellus) dan mata majemuk (facet), organ pendengaran (pada insecta) dan statocyst (alat keseimbangan) pada Curstacea.
- Alat eksresi berupa coxal atau kelenjar hijau, saluran Malpighi. (e-dukasi,2010)


III.METODE PRATIKUM


A. Alat dan bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah plastik, buku gambar, alat tulis, penggaris dan contoh belalang..

B.Cara kerja   

Adapun cara kerja dalam pratikum ini adalah :
  1. mahasiswa dibagi dalam kelompok yang masing-masing terdiri dari 5 orang
  2. mahasiswa dapat menyebutkan masing-masing dua contoh serangga dari 6 ordo serangga
  3. masing-masing kelompok mencari contoh serangga belalang ( Coleodoptera ) untuk digambar.
  4. bagian-bagian yang digambarkan adalah bagian kepala (chalus), badan (thorax), perut (abdomen),dan kaki dengan pensil.
  5. menyebutkan secara lengkap keseluruhan bagian dari belalang.











IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan berupa gambar yang dilampirkan pada lampiran.
























V. KESIMPULAN DAN SARAN

  
A.          Kesimpulan
Adapun  kesimpulan dari pratikum ini adalah sebagai berukut :
1.      Secara morfologi, tubuh belalang dewasa dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama, yaitu kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen).
2.      Tipe mulut pada belalang adalah penggigit dan penguyah yang memiliki bagian-bagian labrum, sepasang mandibula, sepasang maxilla dengan masing-masing terdapat palpus maxillarisnya, dan labium dengan palpus labialisnya.
3.      Belalang mengalami metamorfose sederhana (paurometabola) dengan perkembangan melalui tiga stadia yaitu telur ---> nimfa ---> dewasa (imago).




B.           Saran

Adapun saran agar pada praktikum tentang pengenalan serangga dapat berjalan dengan baik lagi maka sebelum praktikum dimohonkan agar menyipkan contoh belalang supaya waktu praktikum lebih efisien lagi.







                      DAFTAR PUSTAKA





http://rioardi.wordpress.com/2009/01/21/ordo-ordo-serangga/ Diakses pada Sabtu,20           Februari 2010

http://fp.uns.ac.id/~hamasains/dasarperlintan-2.htm .Diakses pada Sabtu,20           Februari 2010














LAMPIRAN

















Lampiran












Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

1 komentar:

Novi Beta Cipta Ningsih mengatakan...

Assalamualaikum,
Kak,saya dari Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta.
boleh kenalan kah, Kak? pengen denger cerita ppengalamannya Kakak di Kehutanan.

Poskan Komentar