Kontrak Perkuliahan/Pedoman Perkuliahan Mahasiswa

Minggu, 26 Juni 2011


Kontrak Perkuliahan/Pedoman Perkuliahan Mahasiswa





PENGINDERAAN JAUH
(KHT 315)







JURUSAN KEHUTANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2009







Pengajar : Hari Kaskoyo S.Hut, M.P dan Dr. Arief Darmawan.
Semester/Tahun : I/2009
KONTRAK PERKULIAHAN

Nama Mata Kuliah      : Penginderaan Jauh
Kode Mata Kuliah      : KHT 315
Pengajar                      : Hari Kaskoyo, S.Hut, M.P. dan Dr. Arief Darmawan
Semester/tahun            : Ganjil/2009
Hari Pertemuan/Jam    : Jum’at/09.00-10.40
Tempat Pertemuan      : Ruang Horti Dasar

1.                  Manfaat Mata Kuliah

Sumberdaya hutan merupakan salah satu sumberdaya alam yang mempunyai banyak manfaat untuk memenuhi kebutuhan manusia terhadap barang dan jasa. Semakin banyaknya kebutuhan manusia dapat dipenuhi maka kesejahteraan manusia tersebut juga semakin tinggi. Meskipun demikian kesejahteraan manusia tersebut juga harus dibarengi dengan penggunaan sumberdaya hutan yang efisien dan lestari.
Penginderaan Jauh membekali mahasiswa dengan teknik-teknik untuk memperoleh dan menyajikan informasi mengenai sumberdaya hutan. Dalam memperoleh informasi digunakan beberapa metode yaitu foto udara, citra satelit, dan citra radar. Informasi tersebut selanjutnya disajikan dengan menggunakan GIS.

2.                  Deskripsi Perkuliahan

Mata kuliah Penginderaan merupakan salah satu mata kuliah wajib mahasiswa jurusan kehutanan FP Unila semester 5 dengan bobot 3 sks. Bahasan matakuliah ini mencakup : Penginderaan Jauh dan Sumberdaya Hutan, Faktor Geomorfik dan Vegetasi, Pemotretan Udara, Unsur-unsur Photogrametri, Perencanaan Pemotretan Udara, Penginderaan Jauh Elektro optik dan Radar, Citra Satelit, Analisa Citra dengan bantuan komputer, Sistem Informasi Spasial untuk sumberdaya hutan, Pembuatan Peta dari data penginderaan Jauh, dan Penerapan Penginderaan Jauh untuk bidang Kehutanan.

3.                  Tujuan Instruksional

Setelah mengikuti perkuliahan Penginderaan Jauh, mahasiswa diharapkan dapat mengetahui teknik-teknik untuk memperoleh dan menyajikan informasi yang diperoleh melalui teknik tidak langsung (PJ) tentang sumberdaya hutan.

4.                  Strategi Perkuliahan

Metode perkuliahan lebih banyak menggunakan metode ceramah dan diskusi. Dengan metode ini diharapkan mahasiswa dapat mengetahui dan memahami teori dan permasalahan yang diberikan pengajar. Selain itu metode perkuliahan juga menggunakan metode seminar kecil (seminar kelas) dengan membagi mahasiswa ke dalam 3 kelompok untuk mempresentasikan 1 tugas paper yang dikerjakan oleh kelompok tersebut. Presentasi akan dilakukan pada tanggal 30 Oktober 2009.

5.                  Materi/Bacaan Perkuliahan

1.      Davis, L. 1986. Forest Management. Mc Graw Hill Book Co. Singapore.
2.      Duerr, W.A. , Teeguarden, D.E., Christiansen, N.B., dan Guttenberg, S.  1982. Forest Resource Management. Decision Making Principle and Cases. O.S.U. Bookstores Inc. Oregon.
3.      Howard, J.A. 1996. Penginderaan Jauh untuk sumberdaya Hutan. Terjemahan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 
4.      Prahasta, E. 2002. Sistem Informasi Geografis. Turorial Arc View. Informatika. Bandung.
5.      Punto Dewo A., Dewi.S., dan Tarigan J. 2003. Sistem Informasi Geografis untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. CIFOR. Bogor.
6.      Simon, H. 1996. Metode Inventore Hutan. Aditya Media. Yogyakarta.
7.      Lillesand, T.M. dan Kiefer, R.W. 1990. Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
8.      Paine, D.P. 1993. Fotografi Udara dan Penafsiran Citra untuk Pengelolaan Sumberdaya. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

6.                  Tugas

  1. Setiap bacaan perkuliaan sebagaimana disebutkan pada jadwal kuliah harus sudah dibaca sebelum mengikuti kuliah.
  2. Saudara diwajibkan mengerjakan PR yang diberikan pada kuliah sebelumnya pada setiap awal perkuliahan. Apabila terlambat mengumpulkan, maka nilainya akan dikurangi 10 poin perhari dari nilai PR tersebut.
  3. Saudara diwajibkan membuat paper individu pada tanggal 16 oktober 2009 dengan jangka waktu pengerjaannya 1 minggu. Apabila terlambat mengumpulkan, maka nilainya akan dikurangi 10 poin perhari dari nilai paper tersebut. Selain itu saudara diwajibkan membuat paper kelompok pada tanggal 23 oktober 2009 dan dipresentasikan pada tanggal 30 oktober 2009. Paper tersebut harus memuat : latar belakang permasalahan, perumusan masalah, pemecahan masalah, kesimpulan, dan daftar pustaka, serta topik papernya akan ditentukan kemudian
  4. Evaluasi atau ujian tengah semester akan dilakukan pada tanggal 6 November 2009 dan evaluasi atau ujian akhir semester akan dilakukan pada Bulan januari 2010. Evaluasi/ujian akan menggunakan bentuk pilihan ganda, isian terstruktur, dan esai.

7.                  Tata tertib Perkuliahan

1.   Keterlambatan maksimal 15 menit, bila datang terlambat lebih dr 15 menit tidak boleh kuliah (mahasiswa) dan tidak ada kuliah (dosen).
2.   Tidak diperkenankan memakai kaos tanpa kerah, sandal, sepatu sandal, sandal gunung, dan topi dalam mengikuti perkuliahan.
3.   Tidak diperbolehkan mengaktifkan hp (menerima dan mengirim sms, menerima dan mengangkat telpon).
4. Tidak ada ujian susulan kecuali bagi yang sakit lebih dari 3 hari dan ada keterangan sakit dari dokter atau ada kematian dari saudaranya dengan bukti surat keterangan dari kepala desa setempat.
5.   Tidak ada kuis susulan.    
6.   Selama perkuliahan tidak boleh keluar kelas kecuali ada alasan darurat.
7.   Tidak boleh makan minum di kelas selama perkuliahan berlangsung.
8.   Mengikuti kuliah dengan tertib dan tenang.

8.                  Kriteria Penilaian

Penilaian akan dilakukan oleh pengajar dengan menggunakan kriteria sebagai    berikut :
Nilai                            Point                            Range
A                                 4                                  76
B                                 3                                  66 – 75
C                                 2                                  56 – 65
D                                 1                                  50 – 55
E                                  0                                  ≤ 49

Dalam menentukan nilai akhir akan digunakan pembobotan sebagai berikut :
Keaktifan di kelas                   : 5 %
PR/Tugas                                 : 15 %
Paper                                       : 10 %
Kuis                                         : 10 %
Ujian                                       : 30  %
Praktikum                                : 30 %

9.                  Jadwal Perkuliahan

Pertemuan ke-
Tanggal
Pokok  Bahasan
Bacaan
1
4 September 2009
Penginderaan Jauh dan Sumberdaya Hutan
1 Howard, J.A. 1996. Penginderaan Jauh untuk sumberdaya Hutan. Terjemahan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta..
2.    Punto Dewo A., Dewi.S., dan Tarigan J. 2003. Sistem Informasi Geografis untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. CIFOR. Bogor.
3.    Paine, D.P. 1993. Fotografi Udara dan Penafsiran Citra untuk Pengelolaan Sumberdaya. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
4.    Lillesand, T.M. dan Kiefer, R.W. 1990. Penginderaan Jauh  dan Interpretasi Citra. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
5.    Simon, H. 1996. Metode Inventore Hutan. Aditya Media. Yogyakarta.
6.    Davis, L. 1986. Forest Management. Mc Graw Hill Book Co. Singapore.
2
11 September 2009
Faktor Geomorfik dan Vegetasi
1.    Howard, J.A. 1996. Penginderaan Jauh untuk sumberdaya Hutan. Terjemahan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
2.    Lillesand, T.M. dan Kiefer, R.W. 1990. Penginderaan Jauh  dan Interpretasi Citra. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
3.    Paine, D.P. 1993. Fotografi Udara dan Penafsiran Citra untuk Pengelolaan Sumberdaya. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
4.    Simon, H. 1996. Metode Inventore Hutan. Aditya Media. Yogyakarta.
3
2 Oktober 2009
Pemotretan Udara
1.    Howard, J.A. 1996. Penginderaan Jauh untuk sumberdaya Hutan. Terjemahan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
2.    Paine, D.P. 1993. Fotografi Udara dan Penafsiran Citra untuk Pengelolaan Sumberdaya. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
3.    Lillesand, T.M. dan Kiefer, R.W. 1990. Penginderaan Jauh  dan Interpretasi Citra. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
4.    Simon, H. 1996. Metode Inventore Hutan. Aditya Media. Yogyakarta.
4
9 Oktober 2009
Pemotretan Udara
1.    Howard, J.A. 1996. Penginderaan Jauh untuk sumberdaya Hutan. Terjemahan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
2.    Paine, D.P. 1993. Fotografi Udara dan Penafsiran Citra untuk Pengelolaan Sumberdaya. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
3.    Lillesand, T.M. dan Kiefer, R.W. 1990. Penginderaan Jauh  dan Interpretasi Citra. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
4.    Simon, H. 1996. Metode Inventore Hutan. Aditya Media. Yogyakarta.
5
16 Oktober 2009
Unsur-unsur Photogrametri
1. Howard, J.A. 1996. Penginderaan Jauh untuk sumberdaya Hutan. Terjemahan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
2.    Paine, D.P. 1993. Fotografi Udara dan Penafsiran Citra untuk Pengelolaan Sumberdaya. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
3.    Lillesand, T.M. dan Kiefer, R.W. 1990. Penginderaan Jauh  dan Interpretasi Citra. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
4.    Simon, H. 1996. Metode Inventore Hutan. Aditya Media. Yogyakarta.
6
23 Oktober 2009
Perencanaan Pemotretan Udara
1.    Howard, J.A. 1996. Penginderaan Jauh untuk sumberdaya Hutan. Terjemahan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
2.    Paine, D.P. 1993. Fotografi Udara dan Penafsiran Citra untuk Pengelolaan Sumberdaya. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
3.    Simon, H. 1996. Metode Inventore Hutan. Aditya Media. Yogyakarta.
7
30 Oktober 2009
Penginderaan Jauh Elektro Optik dan Radar
1. Howard, J.A. 1996. Penginderaan Jauh untuk sumberdaya Hutan. Terjemahan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
2. Punto Dewo A., Dewi.S., dan Tarigan J. 2003. Sistem Informasi Geografis untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. CIFOR. Bogor.
3.    Paine, D.P. 1993. Fotografi Udara dan Penafsiran Citra untuk Pengelolaan Sumberdaya. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
4.    Lillesand, T.M. dan Kiefer, R.W. 1990. Penginderaan Jauh  dan Interpretasi Citra. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
8
6 November 2009
UJIAN MID

9
13 Nopember 2009
Penginderaan Jauh dg Satelit
1. Howard, J.A. 1996. Penginderaan Jauh untuk sumberdaya Hutan. Terjemahan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
2.    Punto Dewo A., Dewi.S., dan Tarigan J. 2003. Sistem Informasi Geografis untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. CIFOR. Bogor.
3.    Lillesand, T.M. dan Kiefer, R.W. 1990. Penginderaan Jauh  dan Interpretasi Citra. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
10
20 Nopember 2009
Analisis citra dengan computer
1. Howard, J.A. 1996. Penginderaan Jauh untuk sumberdaya Hutan. Terjemahan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
2.    Punto Dewo A., Dewi.S., dan Tarigan J. 2003. Sistem Informasi Geografis untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. CIFOR. Bogor.
3.    Lillesand, T.M. dan Kiefer, R.W. 1990. Penginderaan Jauh  dan Interpretasi Citra. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
11
? November 2009
Analisis Citra dengan komputer
1. Howard, J.A. 1996. Penginderaan Jauh untuk sumberdaya Hutan. Terjemahan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
2.    Punto Dewo A., Dewi.S., dan Tarigan J. 2003. Sistem Informasi Geografis untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. CIFOR. Bogor.
3.    Prahasta, E. 2002. Sistem Informasi Geografis. Turorial Arc View. Informatika. Bandung.
4.    Lillesand, T.M. dan Kiefer, R.W. 1990. Penginderaan Jauh  dan Interpretasi Citra. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
12
4 Desember 2009
Sistem informasi spasial untuk sumberdaya hutan

1. Howard, J.A. 1996. Penginderaan Jauh untuk sumberdaya Hutan. Terjemahan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
2.    Punto Dewo A., Dewi.S., dan Tarigan J. 2003. Sistem Informasi Geografis untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. CIFOR. Bogor.
3.    Prahasta, E. 2002. Sistem Informasi Geografis. Turorial Arc View. Informatika. Bandung.
4.    Lillesand, T.M. dan Kiefer, R.W. 1990. Penginderaan Jauh  dan Interpretasi Citra. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
13
11 desember 2009
Sistem informasi spasial untuk sumberdaya hutan

1.      Howard, J.A. 1996. Penginderaan Jauh untuk sumberdaya Hutan. Terjemahan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
2.      Punto Dewo A., Dewi.S., dan Tarigan J. 2003. Sistem Informasi Geografis untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. CIFOR. Bogor.
3.      Prahasta, E. 2002. Sistem Informasi Geografis. Turorial Arc View. Informatika. Bandung.
4.      Lillesand, T.M. dan Kiefer, R.W. 1990. Penginderaan Jauh  dan Interpretasi Citra. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
14
? desember 2009
Pembuatan peta dari data penginderaan jauh
1.      Howard, J.A. 1996. Penginderaan Jauh untuk sumberdaya Hutan. Terjemahan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
2.      Punto Dewo A., Dewi.S., dan Tarigan J. 2003. Sistem Informasi Geografis untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. CIFOR. Bogor.
3.      Prahasta, E. 2002. Sistem Informasi Geografis. Turorial Arc View. Informatika. Bandung.
15
29 desember 2009
Penerapan Penginderaan Jauh untuk bidang kehutanan (Studi kasus)
1.      Howard, J.A. 1996. Penginderaan Jauh untuk sumberdaya Hutan. Terjemahan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
2.      Lillesand, T.M. dan Kiefer, R.W. 1990. Penginderaan Jauh  dan Interpretasi Citra. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
3.      Paine, D.P. 1993. Fotografi Udara dan Penafsiran Citra untuk Pengelolaan Sumberdaya. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
4.      Punto Dewo A., Dewi.S., dan Tarigan J. 2003. Sistem Informasi Geografis untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. CIFOR. Bogor.
16
Januari 2010
UJIAN AKHIR




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Poskan Komentar