MEDIA TUMBUH SEMAI ( Laporan Praktikum Silvikultur )

Sabtu, 04 Juni 2011






MEDIA TUMBUH SEMAI
( Laporan Praktikum Silvikultur )








Oleh


Rumiko Rivando                                 0814081062
 Esra M Simangunsong                       0814081038
Fitri L Manurung                                0814081040
Hendra Marti Sya Ban                        0814081044
Rio Yudischa                                      0814081061
Resti Widya Putri                               0854081010


















JURUSAN KEHUTANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
 2009


I. PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Media tumbuh adalah berhubungan dengan fungsinya sebagai penyedia unsur – unsur hara,suplai kelembapan dan dukungan secara fisik terhadap tumbuhan. Sifat fisika dan kimia media sangat menentukan pertumbuhan semai. Sifat fisika meliputi : tekstur, struktur, porositas dan kandungan bahan organiknya. Sedangkan sifat kimia meliputi: kandungan hara mineral , PH, dan sifat kimia lainnya.
Untuk memperoleh pertumbuhan yang baik maka diperlukan media dengan keseimbangan pori mikro yang ideal. Pori mikro terdapat dalam ruang antar butiran tanah dengan ukuran 10-30 mikron. Pori ini berperan dalam menyipan air dan pembatasan gerakan air menjadi gerakan kapiler yang lambat. Pori makro terdapat  diantara butuiran tanah dengan ukuran 30-300 mikron. Pori ini berperan dalam lalu lintas udara dan perkolasi air.
B.  Tujuan
      Adapun tujuan dari diadakannya praktikum ini adalah :
  1. Untuk mengetahui pengaruh berbagai media tumbuh terhadap pertumbuhan semai



II. TINJAUAN PUSTAKA

Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah unsur hara. Jenis-jenis tanaman yang mempunyai sifat cepat tumbuh akan membutuhkan banyak unsur hara dan media yang baik. Wareng (Gmelina arborea Roxb.) termasuk salah satu jenis tanaman yang mempunyai sifat cepat tumbuh. Salah satu cara untuk menambah unsur hara adalah dengan memberikan pupuk NPK. Selain itu, media yang digunakan diharapkan dapat menunjang pertumbuhan semai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk NPK yang paling baik terhadap pertumbuhan semai wareng, untuk mengetahui komposisi media sapih yang paling baik terhadap pertumbuhan semai wareng, dan untuk mengetahui pengaruh kombinasi antara dosis pupuk dan komposisi media Sabih yang terbaik terhadap pertumbuhan semai wareng. Penelitian dilakukan dengan metode percobaan dua faktor pada rancangan acak lengkap (RAL faktorial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanah 70% + sekam padi 30%
(A3) dengan dosis pupuk NPK 0,3 gram/polybag mampu meningkatkan pertumbuhan diameter sebesar 0,03301 cm, bobot kering tajuk sebesar 0,1507 gram, bobot kering akar sebesar 0,0664 gram, bobot kering total sebesar 0,13833 gram, dan indeks mutu bibit sebesar 0,0145. Penelitian lanjutan disarankan menambah perlakuan penggunaan dosis pupuk NPK sebesar 0,4 gram/polybag hingga 0,5 gram/polybag agar didapat dosis pupuk yang optimum bagi peningkatan pertumbuhan semai wareng.( Iin Indah,2009)


Tanah adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik.Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernafas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak.Dari segi klimatologi, tanah memegang peranan penting sebagai penyimpan air dan menekan erosi, meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi.Komposisi tanah berbeda-beda pada satu lokasi dengan lokasi yang lain. Air dan udara merupakan bagian dari tanah. (Wikipedia,2009)
Media tanam merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam. Media tanam yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. Menentukan media tanam yang tepat dan standar untuk jenis tanaman yang berbeda habitat asalnya merupakan hal yang sulit. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki kelembapan dan kecepatan angin yang berbeda. Secara umum, media tanam harus dapat menjaga kelembapan daerah sekitar akar, menyediakan cukup udara, dan dapat menahan ketersediaan unsur hara.
Jenis media tanam yang digunakan pada setiap daerah tidak selalu sama. Di Asia Tenggara, misalnya, sejak tahun 1940 menggunakan media tanam berupa pecahan batu bata, arang, sabut kelapa, kulit kelapa, atau batang pakis. Bahan-bahan tersebut juga tidak hanya digunakan secara tunggal, tetapi bisa dikombinasikan antara bahan satu dengan lainnya.
Misalnya, pakis dan arang dicampur dengan perbandingan tertentu hingga menjadi media tanam baru. Pakis juga bisa dicampur dengan pecahan batu bata.
Untuk mendapatkan media tanam yang baik dan sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam, seorang hobiis harus memiliki pemahaman mengenai karakteristik media tanam yang mungkin berbeda-beda dari setiap jenisnya. berdasarkan jenis bahan penyusunnya, media tanam dibedakan menjadi bahan organik dan anorganik. (bpprejotangan,2009)

















III. METODE PRAKTIKUM


A.  Alat dan Bahan

      Alat dan bahan yang diperlukan untuk praktikum kali ini adalah kecambah sengon, media tumbuh terdiri dari : tanah,sekam,pupuk kandang dengan perbandingan tanah:sekam:pupuk = 3:0:0 , 0:3:0, 0:0:3, 2:1:0, 2:0:1, 1:1:1, serta cetok dan alat penyiram.

B.  Prosedur Kerja

      Hal-hal yang harus dikerjakan dalam praktikum materi ini meliputi :
1)      Siapkan media tumbuh dengan variasi seperti diatas
2)      Siapkan kantong plastik usuran sedang dan diisi media tersebut dengan ukuran volume yang sama, masing – masing perlakuan dengan 4 kali ulangan,
3)      Tanamlah bibit yang sudah disiapkan ke dalam media tersebut.
4)      Siramlah media pada kantong plastik yang sudah dilubangi bagian bawahnya.
5)      Penyiraman dilakukan setiap hari
6)      Amatilah tinggi semai setiap seminggu sekali dan ukurlah tinggi semai tersebut sampai berumur 1 bulan
7)      Tuliskan hasil pengamatan pada tabel yang tersedia
8)      Pada akhir pengamatan hitunglah persen jadinya
9)      Bandingkanlah hasil pengamatan saudara pada bermacam-macam media tersebut.





















IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Pengamatan
Tabel pengamatan media tumbuh semai
No
Nama pohon
Media tumbuh
Minngu 1
Minngu 2
Minngu 3
Minngu 4
Ket


1
Mahoni
Tanah
17cm
18cm
19cm
20cm
mati

2
Mahoni
Tanah
11cm
15cm
17cm
19cm
hidup

3
Mahoni
Tanah
12cm
13cm
15cm
16cm
hidup

4
Mahoni
Tanah
9cm
10cm
12cm
14cm
hidup



5
Mahoni
Tanah+pupuk
7cm
7cm
8cm
8cm
hidup

6
Mahoni
Tanah+pupuk
17cm
14cm
15cm
16cm
mati

7
Mahoni
Tanah+pupuk
10cm
10cm
11cm
12cm
hidup

8
Akasia
Tanah+pupuk
2cm
4cm
8cm
11cm
hidup



9
Mahoni
Tanah+sekam
11cm
13cm
16cm
17cm
hidup

10
Mahoni
Tanah+sekam
18cm
27cm
30cm
31cm
hidup

11
Mahoni
Tanah+sekam
11cm
15cm
17cm
18cm
hidup

12
Mahoni
Tanah+sekam
15cm
25cm
26cm
27cm
hidup



13
Mahoni
Tanah+pupuk+sekam
7cm
8cm
10cm
12cm
hidup

14
Mahoni
Tanah+pupuk+sekam
15cm
18cm
20cm
22cm
hidup

15
Mahoni
Tanah+pupuk+sekam
12cm
15cm
16cm
18cm
hidup

16
Mahoni
Tanah+pupuk+sekam
11cm
13cm
15cm
15cm
hidup



B. Pembahasan




IV. KESIMPULAN DAN SARAN

A.  Kesimpulan
      Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan antara lain :
1)      Karakteristik dari tanah liat adalah memiliki poripori berukuran keeil (pori-pori mikro) yang lebih banyak daripada pori-pori yang berukuran besar (pori-pori makro) sehingga memiliki kemampuan mengikat air yang cukup kuat.
2)      Media tumbuh adalah berhubungan dengan fungsinya sebagai penyedia unsur – unsur hara,suplai kelembapan dan dukungan secara fisik terhadap tumbuhan.
3)      Media tumbuh yang dapat dijadikan pengganti dari tanah adalah pasir dan pecahan batu bata.
4)      Media tumbuh yang baik adalah media tumbuh yang kaya akan unsure hara dan mineral,yaitu campuran tanah dengan pupuk dan campuran tanah dengan sekam atau ketiganya.
5)      Pada dasarnya, tanah bersifat miskin unsur hara sehingga perlu dikombinasikan dengan bahan-bahan lain yang kaya akan unsur hara.





DAFTAR PUSTAKA


Departemen Kehutanan Direktorat Jenderal Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan. Teknik Pembuatan Tanaman Swietenia macrophylla King (Mahoni). Direktorat Hutan Tanaman Industri. Maret 1990.

http://id.wikipedia.org/wiki/Tanah. Selasa,24 -11-2009. 10.00 wib




           























LAMPIRAN


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Poskan Komentar