KUALITAS TEMPAT TUMBUH DAN PENJARANGAN ( Laporan Praktikum Silvikultur )

Sabtu, 04 Juni 2011






KUALITAS TEMPAT TUMBUH DAN PENJARANGAN
( Laporan Praktikum Silvikultur )







Oleh



Rumiko Rivando                                 0814081062
Esra M Simangunsong                        0814081038
Fitri L Manurung                                0814081040
Hendra Marti Sya Ban                        0814081044
Rio Yudischa                                      0814081061
Resti Widya Putri                               0854081010


















JURUSAN KEHUTANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
 2010



IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


A. Hasil pengamatan
Kuadran I
No
Jenis Tumbuhan
Tinggi
Diameter
Koordinat
Ket
1
Rambutan
10 m
38,53 cm
8,-2
hidup
2
Petai
20 m
45,41 cm
12,-1
hidup

Kuadran II
No
Jenis Tumbuhan
Tinggi
Diameter
Koordinat
Ket
1
Durian
24 m
66,24 cm
15,1
hidup
2
Durian
21 m
95,54 cm
-3,11
hidup

B. Pembahasan

Berkaitan  dengan  keberhasilan  produksi  hasil  hutan,  tempat  tumbuh merupakan  faktor  yang  sangat  menentukan.    Setiap  spesies  membutuhkan persyaratan  tempat  tumbuh  yang  berbeda agar  dapat  tumbuh  dan  berproduksi secara  optimal.    Dalam  pertumbuhan  tanaman,  sering  kali  terjadi  keragaman dalam  satu  jenis  pohon,  yang  disebabkan  oleh  perbedaan  lingkungan (environmental  variation).    Keragaman  tersebut  dapat  berupa  keragaman geografis,  dan  keragaman  lokal  antar  tempat  tumbuh  (Soerianegara  1969). Pengetahuan  mengenai  persyaratan  tempat  tumbuh  bagi  suatu  spesies  sangat diperlukan untuk menjamin keberhasilan pengusahaan hutan.
Kualitas tempat tumbuh di daerah kawasan agroforestry ini atau tepatnya sering disebut youthcamp ini cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari kondisi tumbuhan yang ditanam. Jenis tanaman yang kami amati yang tergolong fase pohon antara lain pohon durian dan pohon petai. Sedikitnya jenis tanaman yang termasuk fase pohon membuktikan bahwa keanekaragamannya rendah.
Untuk meningkatkan efisieansi pengguanaan lahan seharusnya tanaman MPTS lebih di tambah jenisnya sehingga selain meningkatkan keanekaragaman hayati hal ini juga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan. Semakin banyak jenis pohon maka hasil huutan yang dapat diperoleh dapat beranekaragam.
Berdasarkan pengamatan kami, profil tegakan di kawasan ini sudah cukup baik dan termasuk ke dalam profil tegakan heterogen namun masih perlu ditambah jenisnya. Tegakan heterogen ini disebabkan karena kawasan ini menganut prinsip agroforestry.
Faktor  tempat  tumbuh,  dalam  pandangan  silvikultur  merupakan  semua faktor  yang  berhubungan  dan mempengaruhi  vegetasi  hutan.   Tempat  tumbuh sangat  kompleks  dan  merupakan  interaksi  dari  berbagai  faktor  yang  berbeda. Jenis  dan  kuantitas  suatu  vegetasi  yang  dihasilkan  pada  suatu  areal  memiliki korelasi  dengan  faktor-faktor  tempat  tumbuh.   Perubahan  satu  faktor penyusun tempat  tumbuh  akan  berdampak  pada  perubahan  sifat-sifat  vegetasi  dan produktivitas hutan.
Faktor  lingkungan  hidup  sangat  berpengaruh  terhadap  pertumbuhan  dan produksi  tanaman.    Pengaruh  faktor  lingkungan  hidup  terhadap  hidup  dan tumbuhnya  satu  atau  lebih  jenis-jenis  pohon  dipelajari  dari  segi  autekologi.  Dengan  pengetahuan  ekologi  (autekologi)  dan  fisiologi    yang  baik,  dapat dilakukan  tindakan  silvikultur  yang  tepat  sehingga  produksi  hutan  dapat ditingkatkan dalam hal kualitas dan kuantitas (Soerianegara dan Indrawan 2002).Pengaruh arah  lereng  (aspek)  terhadap  tempat  tumbuh berkaitan dengan intensitas cahaya matahari yang dapat diterima oleh  tanaman.   Pada umumnya lereng yang menghadap utara dan timur cenderung memberikan kualitas tempat tumbuh  yang  lebih  baik  daripada  lereng  yang  terletak  di  sebelah  selatan dan barat (Suhendang 1990).
Sifat fisik tanah lebih penting pengaruhnya terhadap pertumbuhan  dan  produktivitas  tegakan  hutan  dibanding  sifat  kimia  dan biologisnya  Ketebalan horizon A memiliki  hubungan dengan ruang bagi pertumbuhan akar Permeabilitas  dapat digunakan sebagai  petunjuk  bagi  besar  kecilnya  ruang  tumbuh  tanaman  Tekstur  tanah  akan  mempengaruhi  sifat  tanah  yang  lain  seperti  struktur, porositas,  kapasitas  memegang  air  (water  holding  capacity),  kerapatan  lindak (bulk density), dan lain-lain Secara  umum,  pertumbuhan  pohon  hutan  kurang  menunjukkan  korelasi yang  nyata  dengan  sifat  kimia  tanah. Karena itu dalam mengkaji hubungan antara sifat kimia tanah dengan pertumbuhan pohon masih  sangat  kurang.   Namun  demikian,  sifat  kimia  tanah  bukan faktor yang dapat diabaikan dalam menduga  korelasi antara  tempat  tumbuh dengan pertumbuhan dan produksi pohon.  







IV. KESIMPULAN DAN SARAN

A.  Kesimpulan
      Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan antara lain :
1)      Faktor  tempat  tumbuh,  dalam  pandangan  silvikultur  merupakan  semua faktor  yang  berhubungan  dan mempengaruhi  vegetasi  hutan. 
2)      Profil tegakannya adalah heterogen karena kawasan ini menganut prinsip agrroforestry.
3)      Sifat fisik tanah lebih penting pengaruhnya terhadap pertumbuhan  dan  produktivitas  tegakan  hutan  dibanding  sifat  kimia  dan biologisnya 

B.  Saran

Untuk memperoleh suasana yang berbeda dari tiap tahunnya harap dipertimbangkan agar dalam praktikum selanjutnya di tempat yang berbeda.












DAFTAR PUSTAKA


           























LAMPIRAN


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

1 komentar:

an nisa mengatakan...

tipus,dapus masa ga ada
pelit btol bang

Poskan Komentar